Menjadi ibu dan ayah adalah dambaan. Tetapi sadarkah kita, bahwa peran kita sebagai orang tua belumlah lengkap. Peran kita masih sebatas melahirkan dan mengandung saja, belum sebagai pendidik bahkan tauladan bagi anak anak kita.
Masak sih?
Mari kita buka satu persatu.
Teknologi, di zaman modern ini hampir semua orang tua memiliki Hp, dan tidak tanggung tanggu Hp yang kita miliki sudah super canggih. Dalam kondisi apapun yang namanya Hp selalu di tangan. Bahkan yang lebih parah lagi, saat kita mendampingi anak kita, orang tua malah sibuk dengan hp nya. Al hasil antara anak dan orang tuanya tidak akan merasakan yang namanya kasih sayang.
Tuntutan dunia, yang meminta orang tua pergi pagi pulang malam. berdalih untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Tetapi apa yang terjadi, waktu untuk bersama dengan anak anak akan terbuang. Dan apa akibatnya? mereka tumbuh tanpa kasih sayang kita, sehingga pribadi yang ada adalah pribadi yang kurang kasih sayang.
Jauhnya akhlak islami. karena bertemu dengan anak adalah waktu sisa dengan rasa capek aktifitas seharian, sehingga membuat orang tua kehilangan kesabaran apabila melihat polah tingkah anak yang belum sesuai dengan keinginannya. Misalnya: pulang kerja, capek. anak anak di rumah bermain dan berantkan, belum lagi rewel karena berebut mainan. dengan kondisi capek kita membuat kita kehilangan kesabaran, sehingga apa yang kita lakukan? memarahi mereka. dan apa yang mereka rekam dalam pikiran kecil anak anak. "ibu bapak tidak sayang kepada ku. berarti marah itu boleh," dan dibawah sadar mereka, anak anak ini akan kehilangan contoh akhlak yang baik.
Karier adalah kebutuhan, karena dengan penghasilan maka kita bisa hidup dengan lebih baik, Tetapi, apabila anak anak menjadi korban atas sikap kita, maka kehancuran masa depan dalam diri kita sudah didepan mata.
Anak adalah permata investasi melebihi kekayaan dunia. apabila di masa kecilnya investasi ini sudah kita rusak dengan kebiasaan kita didepan mereka, maka kita kehilangan kekayaan yang sebenarnya. kekayaan yang dapat menghantarkan kemulian baik di dunia maupun di akhirat.
Apa hubungannya anak, investasi, pola pendidikan orang tua.?
Coba kita pahami
sekarang kita sehat, anak anak kita masih kecil.
karier menjadikan kita lupa waktu, lupa dengan masa kecil anak anak kita
capek membuat kita kurang sabar membersamai mereka
anak kita merekam kejadian yang ada di hadapan nya.. orang tuanya sibuk, tidak ada waktu untuk nya, pulang selalu marah marah, membersamai tetapi seperti jauh karena di tangan sudah ada Hp.
sekarang mereka masih kecil.. 20 tahun lagi mereka tumbuh dan berkembang menjadi remaja dan dewasa. apa yang mereka pelajari dirumah. "Bahwa saya harus karier, kejar dunia, dengan kemewahannya dan lupa terhadap bakti kepada orang tua" karena apa? karena kita juga mengajarkan hal yang demikian.
Perbaiki diri kita dengan memperbaiki peran kita di dalam keluarga.
1. Berikan pelukan kepada anak
2. Sapa dan cium anak
3. Beri waktu untuk mereka
4. Berikan penghargaan, dengan mendengarkan setiap ceritanya
5. kesabaran salam menghadapi anak
6. kenalkan agama kepada anak
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dan keluarga kita. Serta menjadikan anak cucu kita sholih sholihah. Aamiin
Karier adalah kebutuhan, karena dengan penghasilan maka kita bisa hidup dengan lebih baik, Tetapi, apabila anak anak menjadi korban atas sikap kita, maka kehancuran masa depan dalam diri kita sudah didepan mata.
Anak adalah permata investasi melebihi kekayaan dunia. apabila di masa kecilnya investasi ini sudah kita rusak dengan kebiasaan kita didepan mereka, maka kita kehilangan kekayaan yang sebenarnya. kekayaan yang dapat menghantarkan kemulian baik di dunia maupun di akhirat.
Apa hubungannya anak, investasi, pola pendidikan orang tua.?
Coba kita pahami
sekarang kita sehat, anak anak kita masih kecil.
karier menjadikan kita lupa waktu, lupa dengan masa kecil anak anak kita
capek membuat kita kurang sabar membersamai mereka
anak kita merekam kejadian yang ada di hadapan nya.. orang tuanya sibuk, tidak ada waktu untuk nya, pulang selalu marah marah, membersamai tetapi seperti jauh karena di tangan sudah ada Hp.
sekarang mereka masih kecil.. 20 tahun lagi mereka tumbuh dan berkembang menjadi remaja dan dewasa. apa yang mereka pelajari dirumah. "Bahwa saya harus karier, kejar dunia, dengan kemewahannya dan lupa terhadap bakti kepada orang tua" karena apa? karena kita juga mengajarkan hal yang demikian.
Perbaiki diri kita dengan memperbaiki peran kita di dalam keluarga.
1. Berikan pelukan kepada anak
2. Sapa dan cium anak
3. Beri waktu untuk mereka
4. Berikan penghargaan, dengan mendengarkan setiap ceritanya
5. kesabaran salam menghadapi anak
6. kenalkan agama kepada anak
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dan keluarga kita. Serta menjadikan anak cucu kita sholih sholihah. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar